KETAR KETIR

Mungkin perasaan inilah yang mengambarkan situasi hati para pemuka quraisy. Kekalahan di madinah atas kaum muslimin dengan strategi khandaq dari sang arsitek salman al farisi yg gemilang.

Hingga ketika melihat rombongan kaum muslimin yang hendak berhaji ke makkah. Di halang-halangi. Di cegat di hudaibiyah. Hingga terjadilah sebuah perjanjian itu. Secara de facto kita mungkin terlihat kalah. Tapi secara de jure kita menang. Lihat penguasa makkah itu begitu takut hingga harus membuat pejanjian dengan mantan warganya yang pernah diusir dan dianggap gila. Inilah pengakuan secara gamblang namum tersirat. Bahwa yang dibawa Muhammad adalah kebenaran.

Keterkejutan yang sama juga dirasakan mungkin oleh orang-orang yg tidak suka pada jamaah ini. Kehadiran seratus ribuan kader hingga penuhi GBK dianggapnya sebagai sebuah ancaman. Partai yang sudah dianggap binasa ini ternyata mampu bangkit, bahkan mampu kumpulkan sebanyak itu kader. Jika membaca siroh peristiwa hudaibiyah adalah peristiwa terdekat dengan fathul makkah. Lalu mungkinkah pemangilan Presiden PKS ke Bawaslu adalah langkah terdekat juga menuju 3 Besar. Wallahua’lam. @akhardhi (akhardhi.wordpress.com)

HANYA SATU

Image

Alkisah sultan Jogjakarta mengadakan sebuah sayembara. Sayembara ini diperuntukkan bagi para pemuda yang tangguh dan berani, dengan hadiah menjadi menantu sultan dan mendapatkan sebidang tanah. Namun syaratnya adalah mereka harus mampu berenang melintasi kali code, yang berarus cukup deras dan harus selamat tiba di seberangnya. Akhirnya berkumpullah para pemuda pemberani dari seluruh pelosok Jogjakarta. Mereka siap untuk menerima tantangan sang sultan. “priiiiiiiiit…” peluit panjang dibunyikan pertanda lomba dimulai, seluruh peserta menceburkan diri ke kali code. Namun karena arusny yang cukup kuat dan deras alirannya, banyak peserta yang hanyut terbawa arus dan hilang serta gagal sampai ke seberang. Hingga peluit tanda lomba berakhir, tak ada satu pun peserta yang  berhasil berenang sampai ke seberang. Hingga ketika sultan hendak menutup sayembara hari itu, tiba-tiba saja terdengar suara “byuuuuuur…..” dan kemudian tampak seorang pemuda yang tergopoh-goboh berenang, sesekali ia berhenti dan berpegangan pada batu ditengah sungai sebelum kembali ia berenang menuju tepi seberang tempat singgasana sultan. Akhirnya dengan sekuat tenaga ia berhasil menyeberangi kali code yang bearus deras dan kuat. Dengan masih terasa letih yang teramat sangat dan nafas yang tersengal-sengal, ia mencoba berdiri dan berjalan ke arah sultan. Akhirnya  maha patih kasultanan menghampiriny dan memberinya sekalung rangkaian bunga sebagi tanda juara. “Luar biasa anda ini” ucap maha patih, “apa yang menjadikan anda sedemikian tangguh menyeberangi kali code yang berarus deras? Dan karena andalah pemuda yang tersisa, maka anda berhak atas sebidang tanah dan mempersunting puteri sultan” Baca lebih lanjut

BAHAGIA MENJADI PENYERU

“Barang siapa yang enggan berdakwah / menyeru, maka takbirkanlah ia 4 kali ( shalat jenazah ) karena sungguh ia telah mati sebelum mati” – Imam Asy Syafi’i-

 

“ Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah…? ”  firman Tuhan pada surah fushilat ayat ke 33.  Dalam tafsir fi zhilaalil  Qur’an nya, Sayyid Quthb menafsir ayat ini dengan menuliskan “Allah memuliakan para penyeru kebenaran”. Seperti yang pernah saya tulis pada catatan  ini beberapa hari yang lalu, bahwa kemuliaan sebagai seorang penyeru kebenaran. Terpuji dihadapan Allah. Bahkan berdakwah pun bisa dilakukan dengan metode nan sederhana, seperti yang pernah dilakukan oleh  habib An-Najjar yang terkisah di surah yaasiin ayat 20.

“ yaaa qaumittaabi’ul mursaliin, wahai kaumku, ikutilah para utusan-utusan itu.”   ( QS. Yaasiin : 20 )

Baca lebih lanjut

DAKWAH

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah…? ”  firman Tuhan pada surah fushilat ayat ke 33.  Dalam tafsir fi zhilaalil  Qur’an nya, Sayyid Quthb menafsir ayat ini dengan menuliskan “Allah memuliakan para penyeru kebenaran”. Yah, Allah memberikan pujian kepada para penyeru kebenaran, kepada sesiapa yang berani mengambil ‘tugas berat’ yang bahkan bila ‘tugas’ ini diberikan kepada sebuah gunung maka robohlah gunung tersebut menjadi serpihan-serpihan. Kalau sekiranya Kami turunkan al-Quran ini ke atas sebuah gunung, niscaya akan engkau lihatlah gunung itu tunduk ter­pecah-belah disebabkan takut kepada Allah; dan perumpama­an-perumpamaan itu Kami perbuat untuk manusia supaya mereka berfikir”  ( Al Hasyr : 21 ) Baca lebih lanjut

Jihad

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. ( Qs. At Taubah : 19 )

ibnu hatim meriwayatkan dari Ali ibn thalhah dan ibnu Abbas, bahwa ayat ini berkenaan dengan ayah beliau yang juga merupakan paman dari Rasulullah. Abbas Ibn Abdul Muthalib tertawan di perang badar. Ketika Abbas belumlah seorang muslim, namun para mufasirin berpendapat ba surah at attaubah tidak turun ketika perang badar. Mungkin yang dimaksud  ibnu hatim adalah ketika  Al Abbas di masa islamnya, berkisah ketika ia sebelum islam dan menjadi tawanan di perang badar. Allahu a’lam. Baca lebih lanjut

WALIMAH SEBUAH PERAYAAN CINTA

Abdurrahman Ibn ‘Auf, sahabat Rasulullah SAW yang kaya raya, senantiasa membagi-bagikan hartanya kepada seluruh penduduk Madinah. Kisarannya mencapai 400.000 dinar sekali bagi.  Maka jika harga 1 dinar hari ini adalah Rp. 2.300.000,- , sebuah angka yang fantastis akan kita dapatkan. Maka sudah tentu penghasilan Abdurahman Ibn ‘Auf lebih dari  apa yang diinfaqkannya. Harta yang penuh keberkahan didalamnya, hingga Utsman Ibn Affan  pun tak pernah lupa untuk turut andil ambil bagian jatahnya. “ Harta Abdurrahman Ibn ‘Auf adalah  harta yang barakah. Bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan untuk mengisi perutku dan perut keluargaku dan mengaliri darah kami dengan harta yang diberkahi Allah dan didoakan Rasulullah SAW”, tutur Utsman Ibn Affan. Baca lebih lanjut

Ketika Istri ingin bekerja

 “ pokoknya, Bunda mau kerja !”

Alia mengakhiri kalimatnya berapi-api. Sementara Mas irvan menatapnya tak berkedip.

“Ada lagi?”

Alia menarik nafas, mengerutkan kening. Lalu mengacungkan tangannya.

“masih ada !”

Tiga orang anaknya yang beranjak remaja turut memperhatikan semangat Bunda mereka yang kali ini seolah tak terbendung. Disamping mereka, Mas Irvan ikut menunggu, seakan mengatakan; “go ahead”.

*** Baca lebih lanjut